MATERI 4. LKPD GEOMETRI MOLEKUL PHET.COLORADO

 Judul: Menjelajah Dunia Molekul: Mengungkap Bentuk Molekul dengan PhET

Tujuan:

Dengan menggunakan phet Colorado, peserta didik dapat

1)       Menjelaskan konsep teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion)

2)       Mampu menganalisis bentuk molekul berdasarkan jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas (lone pair electron)

3)       Mampu menganalisis sudut ikatan yang terjadi dalam suatu molekul.

4)       Menerapkan konsep VSEPR pada berbagai molekul

 

Alat dan Bahan:

  

Elektron Pair Geometry = Geometri Pasangan Elektron (Bentuk Dasar)
Moleculer Geometry = Bentuk Molekul

Prosedur:

1)      Akses Simulasi: Buka simulasi PhET "Molecule Shapes" di perangkat Anda.

2)      Eksplorasi Antarmuka: Kenali berbagai fitur yang ada pada simulasi, seperti pemilihan atom, penambahan pasangan elektron bebas, dan tampilan bentuk molekul.

3)      Membangun Molekul:

ü  Pilih atom pusat yang ingin Anda gunakan.

ü  Tambahkan atom lain di sekitar atom pusat untuk membentuk molekul.

ü  Perhatikan jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas pada atom pusat.

ü  Tuliskan ringkasan di buku catatan dalam membangun suatu molekul

4)      Mengamati Bentuk Molekul:

ü  Amati bentuk molekul yang terbentuk.

ü  Perhatikan bagaimana jumlah pasangan elektron ikatan dan bebas mempengaruhi bentuk molekul.

ü  Tuliskan ringkasan di buku catatan dari molekul yang anda buat.

5)      Mempelajari Teori VSEPR:

ü  Bacalah penjelasan singkat tentang teori VSEPR yang ada pada simulasi atau buku teks Anda.

ü  Tuliskan ringkasan yang menghubungkan antara bentuk molekul yang Anda amati dengan teori VSEPR.


Ringkasan Materi

Untuk menentukan bentuk molekul, para ahli kimia menggunakan beberapa teori yang telah terbukti efektif. Teori-teori ini membantu kita memahami bagaimana atom-atom dalam sebuah molekul saling berorientasi dalam ruang tiga dimensi. Berikut adalah beberapa teori utama yang digunakan:

 

1.        Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi (VSEPR)

Teori VSEPR (Valence Shell Electron Pair Repulsion) merupakan teori yang paling dasar dan sering digunakan.

Teori ini berprinsip bahwa pasangan elektron baik itu dalam ikatan (pasangan ikatan / PEI) maupun yang tidak berikatan (pasangan bebas / PEB) akan saling tolak-menolak.

Akibatnya, pasangan-pasangan elektron ini akan menempatkan diri sedemikian rupa sehingga tolakan antar pasangan elektron menjadi minimal.

 

Prinsip Dasar VSEPR:

  • Pasangan Elektron Ikatan (PEI) akan menempati posisi sejauh mungkin satu sama lain.
  • Pasangan Elektron Bebas (PEB) akan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap bentuk molekul dibandingkan pasangan elektron ikatan.

 

Prinsip Dasar Teori VSEPR:

  • Tolakan: Pasangan elektron, baik PEI maupun PEB, saling tolak-menolak.
  • Minimisasi Tolakan: Atom-atom dalam suatu molekul akan mengatur diri sedemikian rupa sehingga tolakan antara pasangan elektron menjadi minimal.
  • Bentuk Molekul: Bentuk molekul ditentukan oleh jumlah domain elektron dan jenis pasangan elektron (PEI atau PEB).

Visualisasi: VSEPR theory and molecular shapes

Perbedaan Elektron Geometri dan Molekul Geometri

Elektron geometri :

ü  Dapat dikatakan sebagai bentuk dasar

ü  Bentuk dari pasangan elektron disekitar atom pusat

ü  Ditentukan oleh jumlah pasangan elektron (jenis pasangan elektron tidak mempengaruhi)

Geometri Molekul :

ü  Bentuk molekul yang ditentukan dari jumlah pasangan elektron disekitar atom pusat dan jenis pasangan elektron.

ü  Jenis pasangan elektron mempengaruhi bentuk molekul

Hubungan Domain Elektron dan teori VSEPR

Domain elektron adalah wilayah di sekitar atom pusat di mana terdapat pasangan elektron.

Domain elektron = PEI + PEB

PEI dapat berupa ikatan kovalen biasa dan kovalen koordinasi.

Ikatan kovalen rangkap 2 maupun rangkap 3 dihitung satu PEI

 

Rumus VSEPR à  AXmEn

            A = atom pusat

            X = PEI

            E = PEB

            m = jumlah PEI yang mengelilingi atom pusat

n  = jumlah PEB yang mengelilingi atom pusat

Domain elektron = m + n

 Domain elektron = jumlah pasangan elektron (PEI + PEB) disekitar atom pusat

no

Jumlah Domain Elektron

Bentuk Elektron Geometri / Bentuk Dasar 

1

2

Linear

2

3

Trigonal planar

3

4

Tetrahedral

4

5

Trigonal bipiramida

5

6

Oktahedral


Teori VSEPR à Tolakan pasangan elektron valensi

Pasangan elektron valensi dapat berupa:

1.    PEI (Bonding)

2.    PEB (Lone pair)


 


Untuk elektron geometri Trigonal bipiramida

 Sudut antara PEI – PEI (bagian ekuatorial) = 120o Sudut antara PEI – PEI (aksial - ekuatorial) = 90o

 Jika satu PEI diganti PEB maka letak PEB dibagian ekuatorial . Jelaskan !

  Tolakan PEB – PEB > PEB – PEI > PEI – PEI

 Untuk elektron geometri trigonal bipiramidal jika satu PEB maka terletak dibagian ekuatorial (alas piramida) bukan di bagian aksial (puncak piramida)

Elektron Geometri (Bentuk dasar) trigonal bipiramida

Bentuk molekul : seesaw / jungkat jungkit

PEB terletak dibagian ekuatorial sehingga

Tolakan PEB – PEI (ekuatorial) > PEI – PEI (aksial-ekuatorial) 

 


Jika ada dua PEI diganti dua PEB untuk elektron Geometri (Bentuk dasar) trigonal bipiramida,

maka bentuk molekul menjadi Bentuk T (T shape)

 PEB terletak dibagian ekuatorial sehingga

Tolakan PEB – PEB (ekuatorial) > PEI – PEI (aksial-ekuatorial)

 

Dengan menggunakan phet coloroda dengan link

https://phet.colorado.edu/sims/html/molecule-shapes/latest/molecule-shapes_all.html

sebagai contoh nomor satu, silahkan ananda melengkapi tabel berikut:

Kerjakan di buku masing masing atau ketik menggunakan laptop 
  • Jika jawaban menggunakan kertas maka foto/scan jawaban anda kemudian simpan dalam google drive selanjutnya tuliskan link google drive didalam Google form dibawah ini
  • Jika jawaban anda ketik dalam laptop maka file anda simpan dalam google drive anda selanjutnya tuliskan link google drive didalam Google form dibawah ini
LINK G FORM LKPD PHET COLORADO : https://forms.gle/qYafNWc4MWPM2eiEA

No

Runus Molekul

Elektron Geometri

Geometri Molekul

Gambar Elektron Geometri

Rumus VSEPR

1

H2O

Tetrahedral

Bent / bengkok / bentuk V


 

AX2E2

2

 

 

 


 

 

 

3

 

 

 

NH3

 

 

 

 

 

 

4

 

 

 

 

 

 

 

AX3E2

 

 

5

 

 

 

 

 

 


 

 

 

6

 

 

XeO3

 

 

 

 

 

 

7

 

 

 

 

 




 

 

 

8

 

 

 

Trigonal bipiramida

Trigonal bipiramida

 

 

 

 

9

 

 

 

 

 

 

AX4E

 

 

10

 

 

SOCl2

 

 

 

 



CATATAN

1. XeOCl₂

·         Xenon bisa membentuk banyak senyawa oksihalida, contohnya XeO₃, XeOF₂, XeO₂F₂, XeOF₄.

·         Namun XeOCl₂ tidak stabil/ tidak ada yang terlaporkan.
Alasannya: ikatan Xe–Cl jauh lebih lemah dibanding Xe–F, dan kombinasi O dengan Cl di sekitar Xe cenderung tidak stabil → akan segera mengalami disproporsionasi menjadi senyawa lain seperti XeO₃ atau XeCl₂ (yang pun tidak stabil di suhu ruang).

 

2. XeSCl₂

·         Xenon bisa membentuk senyawa dengan fluor dan oksigen, tetapi senyawa dengan sulfur (S) dan klorin tidak dikenal.

·         Ikatan Xe–S lemah dan sangat jarang, serta adanya Cl akan membuat molekul makin tidak stabil.

·         Jadi XeSCl₂ tidak ada.

 

3. KrOF₂

·         Krypton lebih sulit membentuk senyawa dibanding xenon, tapi senyawa KrF₂ sudah dikenal (stabil pada suhu rendah).

·         Senyawa KrOF₂ (kryptonyl difluoride) memang pernah disintesis.
→ Dibuat dengan reaksi KrF₂ + O₂ → KrOF₂ pada kondisi khusus (suhu rendah, tekanan tinggi).

·         Senyawa ini stabil pada −78 °C tetapi terurai cepat pada suhu kamar.

 

4. XeSF₂

·         Xenon dapat membentuk senyawa dengan F (misalnya XeF₂, XeF₄, XeF₆) dan juga dengan O (misalnya XeO₃, XeOF₄).

·         Ikatan Xe–S sangat lemah dan jarang terbentuk, sementara fluor lebih mudah menstabilkan kation Xe karena elektronegatifitasnya tinggi.

·         Senyawa dengan komposisi XeSF₂ tidak pernah dilaporkan dalam literatur.
→ Jadi XeSF₂ tidak ada.

 

5. KrOCl₂

·         Krypton hanya dikenal memiliki sedikit senyawa:

o    KrF₂ (stabil pada suhu rendah)

o    KrOF₂ (kryptonyl difluoride, stabil hanya pada suhu rendah)

·         Ikatan Kr–Cl jauh lebih lemah dibanding Kr–F, karena Cl lebih besar dan kurang elektronegatif → sulit menstabilkan ikatan dengan gas mulia.

·         Sampai sekarang KrOCl₂ tidak pernah disintesis.
→ Jadi KrOCl₂ tidak ada.

 

Kesimpulan:

·         XeOCl₂ → tidak ada

·         XeSCl₂ → tidak ada

·         KrOF₂ → ada (dikenal sebagai kryptonyl difluoride), stabil hanya pada kondisi sangat dingin

·         XeSF₂ → tidak ada

·         KrOCl₂ → tidak ada


FCl₃ (Fluorine trichloride)

·         Fluor merupakan unsur paling elektronegatif dan sangat kecil → tidak mungkin berperan sebagai atom pusat dengan 3 Cl menempel.

·         Yang dikenal justru ClF₃ (chlorine trifluoride), karena atom pusatnya adalah Cl (lebih besar, bisa menampung 5 pasang elektron di kulit valensinya).

·         FCl₃ tidak pernah ada.
👉 Kesimpulan: FCl₃ tidak ada, yang ada adalah ClF₃.

 

Molekul  ICl3 ada karena  

ü atom I lebih elektropositif sehingga muatan I dapat dinetralkan oleh atom Cl

ü ukuran atom I lebih besar sehingga atom I dapat dikelilingi oleh atom Cl

Molekul  ClI3 ada karena  

ü  atom Cl lebih elektronegatif sehingga tidak dapat bermuatan -3

ü  ukuran atom Cl lebih kecil sehingga atom Cl tidak dapat dikelilingi oleh atom I


Tidak ada komentar: