Berdasarkan kepolaran
partikelnya gaya van der Waals dibagi menjadi:
1.
Interaksi ion-dipol (ionik dengan molekul polar)
2.
Interaksi dipol-dipol (
3.
Interaksi ion-dipol terinduksi (ionik dengan molekul non polar)
4.
Interaksi dipol-dipol terinduksi (
Ikatan Kimia dibedakan:
- Ikatan
antar atom (Ikatan Intramolekul) Terjadi dalam molekul, menyatukan atom-atom
dalam molekul.
- Ikatan
antar molekul / Gaya antar molekul (Ikatan Intermolekul) Terjadi antara molekul,
mempengaruhi sifat fisik zat.
1. Ikatan antar atom dalam satu molekul
- Ikatan ion
Terjadi karena ikatan antara ion positif dengan ion
negatif.
Atom logam melepas elektron (ion positif)
Atom non logam menangkap elektron (membentuk ion
negatif)
- Ikatan kovalen
Ikatan kovalen terjadi karena pemakaian pasangan
elektron bersama
Jenis ikatan kovelan berdasar pasangan elektron
ikatannya
ü
Ikatan
kovalen tunggal
ü
Ikatan
kovalen rangkap 2
ü
Ikatan
kovalen rangkap 3
ü
Ikatan
kovalen koordinasi
Jenis ikatan kovalen berdasar kepolaran (ada
perbedaan muatan tau perbedaan lektronegatifan)
ü
Kovalen
polar (PEI lebih tertarik ke satu atom)
ü
Kovalen
non polar (PEItertarik sama kuat ke dua atom)
Contoh ikatan kovalen non polar : O = O , H – H , F
– F dan lain lain
Contoh ikatan kovalen polar : H – O , H – Cl , C –
Cl dan lain lain
Kepolaran dapat ditinjau dari :
a.
Ikatan
antar atomnya
b.
molekulnya
- Ikatan
antar molekul / Gaya antar Molekul
Secara umum terdapat tiga buah gaya intermolekul:
A. Gaya intermolekul pada molekul polar
a) Interaksi dipol-dipol (interaksi antara molekul polar dengan molekul polar)
Contoh: HCl – HCl ; HCl – NH3 , HCl – H2O
b) Ikatan hydrogen (interaksi antara molekul sangat polar dengan molekul sangat polar)
Ikatan kovalen sangat polar adalah antara atom H dengan atom F , O atau N
Atom F , O dan N adalah atom yang sangat elektronegatif.
Contoh: H2O – H2O ; NH3 – NH3 ; HF – HF
c) Interaksi dipol – dipol terinduksi (interaksi antara molekul polar dengan molekul non polar)
Contoh : H2O – CO2 ; HCl – O2 ; H2O – N2
Contoh : O2 – O2 ; CO2 – O2
; H2 – O2
C. Interaksi ion – dipol (NaCl – H2O ; KOH – HCl dan lain lain)
|
Ciri molekul polar ü Geometri molekul tidak simetris ü Atom pusat umumnya memiliki PEB ü Tarikan PEI tidak saling meniadakan ü Memiliki momen dipol > 0 Contoh : H2O , HCl , CH3COOH , NH3 , PCl3 , CH3Cl , CH2Cl dan lainnya |
Ciri molekul non polar ü Geometri molekul simetris ü Atom pusat umumnya tidak memiliki PEB ü Tarikan PEI
saling meniadakan ü Memiliki momen dipol = 0 Contoh : H2 , O2 , N2 , F2 , Cl2 CO2, CH4 , C2H4 , BF3 , PCl5 dan lainnya |
Momen Dipol (μ)
· Momen dipol adalah ukuran polaritas suatu ikatan atau molekul.
· Timbul karena adanya perbedaan keelektronegatifan antar atom yang berikatan
→ menyebabkan distribusi elektron tidak merata.
· Secara vektor, momen dipol ditentukan oleh:
dengan:
Q = besarnya muatan parsial (Coulomb)
r = jarak antar muatan (m)
· Satuan: Debye (D)
1 D = ×10−30 C·m
· Aturan penting:
Jika momen dipol total ≠ 0 → molekul polar
Jika momen dipol total = 0 → molekul nonpolar
Molekul HCl bersifat polar karena PEI lebih tertarik ke atom Cl sebab atom Cl lebih elektronegatif sehingga terbentuk dipol.|
|
Jenis pasangan
elektron pada molekul O3 : ü Satu kovalen rangkap dua ü Satu kovalen koordinasi dari atom
pusat ü Vektor dipol tidak saling meniadakan à molekul polar |
Diagram perbandingan molekul H₂O (polar) dan CO₂ (nonpolar) dengan arah momen dipolnya
· H₂O: vektor dipol tidak saling meniadakan → molekul polar.
· CO₂: vektor dipol saling meniadakan karena bentuk linear →
molekul nonpolar.
Perbandingan utama:
|
Molekul |
Bentuk |
Distribusi substituen |
Resultan dipol |
Sifat |
|
CCl₄ |
Tetrahedral |
4 atom Cl identik |
Saling
hapus |
Nonpolar |
|
CH₃Cl |
Tetrahedral |
3 H + 1 Cl |
Tidak
hapus |
Polar |
Molekul Polar
· Definisi: Molekul polar adalah molekul yang memiliki momen
dipol total ≠ 0.
· Terjadi jika
distribusi elektron tidak merata → satu ujung molekul bermuatan parsial negatif
(δ–) dan ujung lain bermuatan parsial positif (δ+).
· Penyebab utama:
1.
Perbedaan
elektronegativitas antar atom
(misalnya H–Cl, O–H).
2.
Bentuk
molekul asimetris → momen dipol
ikatan tidak saling meniadakan.
Contoh molekul polar:
· H₂O → bentuk bengkok, momen dipol tidak hilang.
· NH₃ → bentuk piramida trigonal, ada polaritas bersih.
· CH₃Cl → C–Cl polar, distribusi tidak simetris.
📌 Molekul Nonpolar
· Definisi: Molekul nonpolar adalah molekul yang memiliki momen
dipol total = 0.
· Bisa terjadi
karena:
1. Atom-atom yang
berikatan sama → tidak ada perbedaan elektronegativitas (misalnya O₂, N₂).
2. Ada ikatan polar,
tapi bentuk molekulnya simetris sehingga vektor momen dipol
saling meniadakan.
👉 Contoh molekul nonpolar:
· CO₂ → linear, dua ikatan C=O saling meniadakan.
· CCl₄ → tetrahedral simetris, momen dipol ikatan C–Cl
hilang total.
· BF₃ → trigonal planar, semua B–F sama kuat dan simetris.
Ringkasannya:
Momen dipol muncul akibat distribusi elektron tidak merata dalam ikatan/molekul. Besarnya dipengaruhi oleh perbedaan elektronegativitas dan geometri molekul.
Molekul
μ
(Debye)
Kenapa
(inti)
XeF₂
0.00
D (≈0)
Molekul
linear (F–Xe–F).
Dua dipol Xe–F berlawanan arah sehingga saling
meniadakan
→ μ ≈ 0.
XeF₄
0.00
D (≈0)
Geometri
square-planar (simetri tinggi)
→ vektor-vektor dipol Xe–F saling
membatalkan
→ μ ≈ 0.
CH₂Cl₂ (dichloromethane)
≈
1.60 D
Tetrahedral
di C, namun dua Cl tidak simetris terhadap H sehingga resultan dipol tidak
nol
→ μ ≈ 1.6 D.
CHCl₃ (chloroform)
≈
1.04 – 1.15 D
(umumnya 1.15 D)
Tetrahedral
dengan tiga Cl + 1 H → vektor-dipol tidak sepenuhnya saling meniadakan
→ μ ≈
1.15 D.
CH₃Cl (chloromethane)
≈
1.87 D
Tetrahedral;
satu substituen Cl menarik elektron cukup kuat dan jarak C–Cl relatif besar
→
resultan μ ≈ 1.87 D.
Molekul
μ
(Debye)
Kenapa
(inti)
XeF₂
0.00
D (≈0)
Molekul linear (F–Xe–F).
Dua dipol Xe–F berlawanan arah sehingga saling meniadakan
→ μ ≈ 0.
XeF₄
0.00
D (≈0)
Geometri square-planar (simetri tinggi)
→ vektor-vektor dipol Xe–F saling membatalkan
→ μ ≈ 0.
CH₂Cl₂ (dichloromethane)
≈
1.60 D
Tetrahedral di C, namun dua Cl tidak simetris terhadap H sehingga resultan dipol tidak nol
→ μ ≈ 1.6 D.
CHCl₃ (chloroform)
≈ 1.04 – 1.15 D
(umumnya 1.15 D)
Tetrahedral
dengan tiga Cl + 1 H → vektor-dipol tidak sepenuhnya saling meniadakan
→ μ ≈
1.15 D.
CH₃Cl (chloromethane)
≈
1.87 D
Tetrahedral;
satu substituen Cl menarik elektron cukup kuat dan jarak C–Cl relatif besar
→
resultan μ ≈ 1.87 D.
📌 5 Contoh Molekul dan Nilai Momen Dipolnya
1. H₂O (air)
o Bentuk: bengkok (bent)
o Momen dipol: 1.85 D
o Sangat polar, penyebab kelarutan tinggi dan sifat anomali air.
2. NH₃ (amonia)
o Bentuk: piramida trigonal
o Momen dipol: 1.47 D
o Polaritas sedang, dapat membentuk ikatan hidrogen.
3. HF (hidrogen fluorida)
o Bentuk: linear
o Momen dipol: 1.82 D
o Ikatan H–F sangat polar karena perbedaan elektronegativitas besar.
4. CO (karbon monoksida)
o Bentuk: linear
o Momen dipol: 0.11 D
o Hampir nonpolar, tetapi ada sedikit dipol karena distribusi elektron asimetris.
5. CH₃Cl (klorometana)
o Bentuk: tetrahedral
o Momen dipol: 1.90 D
o Polar karena adanya perbedaan besar antara C–Cl.
Kejadian ini disebabkan adanya gaya tarik-menarik antara inti atom dengan
elektron atom lain yang disebut gaya tarik menarik elektrostatis (gaya coulomb).
Umumnya terdapat pada senyawa polar.
Untuk molekul non polar, gaya Van der waals timbul karena adanya dipol-dipol sesaat atau gaya London.
Gaya Van der Waals bekerja bila jarak antar-molekul sudah sangat dekat, tetapi tidak melibatkan terjadinya pembentukan ikatan antar atom. Misalnya, pada paya Van Der Waals merupakan salah satu jenis gaya tarik menarik diantara molekul. Gaya ini timbul dari gaya London dan gaya antardipol-dipol.
Jadi, gaya Van Der Waals dapat terjadi pada molekul nonpolar maupun molekul polar.
Gaya ini diusulkan pertama kalinya oleh Johannes Van der Waals (1837-1923). Konsep gaya tarik antar molekul ini digunakan untuk menurunkan persamaan tentang zat-zat yang berada suhu -160°C molekul Cl2 akan mengkristal dalam lapisan tipis, dan gaya yang bekerja untuk menahan lapisan-lapisan tersebut adalah gaya Van der Waals. Paling sedikit terdapat tiga gaya antarmolekul yang berperan dalam terjadinya gaya Van der Waals, yaitu gaya orientasi, gaya imbas, dan gaya dispersi.
- Molekul nonpolar mempunyai sebaran muatan lautan electron setimbang dan simetris dalam keadaan normal, electron terdistribusi merata dalam molekul.
- Pada waktu-waktu tertentu (sesaat) dapat terjadi pengutuban atau pembentukan dipol yang disebut dipol sesaat.
- Sisi bermuatan parsial negatif dari dipol sesaat akan mempengaruhi kerapatan elektron molekul terdekat sehingga membentuk dipol, hal ini memungkinkan dua molekul membentuk ikatan yang disebut Gaya London .
- Gaya tarik-menarik ini hanya berlangsung sesaat, dikarenakan dipol sesaat dan terimbas muncul mengikuti fluktuasi elektron.
Interaksi dipol sesaat - dipol terindukasi (Gaya London)
Perbedaan Gaya London dengan Ikatan Hidrogen dan Gaya Dipole-Dipole
|
Jenis Ikatan |
Deskripsi |
Contoh Zat |
|
Gaya London |
Terjadi
karena dipol sesaat, lemah, umum pada zat nonpolar. |
Gas mulia,
hidrokarbon |
|
Ikatan Hidrogen |
Terjadi
antara atom H yang terikat pada atom elektronegatif (O, N, F) dengan atom
elektronegatif lain, kuat. |
Air, amonia, HF, alkohol C2H5OH dll |
|
Gaya Dipole-Dipole |
Terjadi
antara molekul polar |
HCl, H2S, CH3Cl |
Heksana
|
Heksana |
2,3-dimetilbutana |
|
Kedua
molekul tersebut memiliki rumus kimia C6H14 (masa molar
sama) Ukuran
permukaan heksana > 2,3-dimetilbutana Heksana
memiliki permukaan yang berikatan lebih banyak Gaya
antar molekul heksana lebih kuat Titik
didih heksana lebih tinggi |
|
|
Kepolaran dapat ditinjau dari : ü Ikatan
antar atomnya ü Bentuk Molekulnya Ikatan antar atom C dan H : kovalen polar Molekul CH4 : molekul non polar Tarikan
PEI saling meniadakan. Momen dipol = 0 |
Molekul CO2
O =
C = O
- Ikatan antar atom C dan O : kovaeln polar, Karena PEI lebih tertarik ke atom O
- Molekul CO2 merupakan molekul non
polar karena tarikan PEI saling meniadakan, dan bentuk molekuk simetris
Ikatan kovalen non polar disebabkan PEI tertarik sama kuat kedua atom
Ikatan kovalen polar disebabkan PEI tertarik kesalah satu atom (terjadi antara atom yang memiliki perbedaan elektronegatifan)
Soal latihan :
Tentukan yang merupakan ikatan hidrogen dari
huruf A . B , C , D , E dan F
Rangkuman
- Interaksi antara atom - atom dalam senyawa atau kumpulan molekul dalam enyawa yang mengalami gaya tarik menarik disebut gaya antarmolekul. Gaya ntarmolekul berkaitan erat dengan sifat fisik zat yang bersangkutan.
- Interaksi pada senyawa senyawa kimia dibedakan antara interaksi intramolekul dan antar molekul.
- Interaksi intra molekul terjadi pada sebuah atom dengan atom yang lain yang mengalami gaya tarik menarik untuk membentuk molekul yang disebut dengan ikatan kimia.
- Interaksi antar molekul adalah interaksi kimia yang terjadi antara atom dalam suatu molekul dengan molekul yang lain dengan mengalami gaya tarik menarik.
- Gaya antar molekul berdasarkan kekuatan dari yang terlemah hingga yang terkuat sebagai berikut:
- Gaya Van der Waals merupakan interaksi antar molekul yang sangat lemah. Gaya Van der Waals pada awal abad XX, dikemukakan oleh Johannes Diderik Van der Waals. Gaya ini dibagi dua yaitu gaya london dan gaya tarik dipol.
- Gaya London, merupakan gaya tarik menarik antar molekul nonpolar akibat adanya dipol terimbas yang ditmbulkan oleh perpindahan elektron dari satu orbital ke orbital yang lain membentuk dipol sesaat. Jenis gaya ini umumnya terjadi di antara molekul - molekul kovalen nonpolar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar